Friday, March 4, 2011
Nurdin Halid Terpojok di FIFA
Keputusan FIFA yang bersidang di Zurich itu diterima Duta Besar Indonesia di Swiss, Djoko Susilo, Kamis (3/3) pukul 22.30 WIB.
Ada tiga poin dari surat FIFA kepada PSSI. Djoko kemudian membacakan isi surat itu kepada Tempo. Pertama, PSSI harus melakukan sidang umum untuk membentuk panitia pemilihan paling lambat 26 Maret. Kedua, panitia tersebut harus melakukan kongres sebelum 30 April. Kongres itu harus didasarkan pada standar FIFA.
Ketiga, PSSI harus merangkul Liga Primer Indonesia. Jika tidak bisa melakukan tiga poin tersebut, FIFA akan membekukan PSSI.
Menanggapi pertanyaan Tempo soal Nurdin Halid, Djoko menjawab, “Ya otomatis dia tidak bisa mencalonkan lagi karena statusnya sebagai mantan narapidana.” Peraturan standar FIFA memang tidak memperbolehkan narapidana memimpin anggota asosiasinya Read More......
Tuesday, May 5, 2009
Antisipasi Munculnya Flu Babi di Indonesia
Demikian disampaikan Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat Aburizal Bakrie dalam rapat koordinasi lintas sektor, Senin (27/4), di ruang rapat Menteri Koordinator Bidang Kesra, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat.
Menanggapi Badan Kesehatan Dunia (WHO) telah mengeluarkan peringatan tentang terjangkitnya flu babi di Meksiko, California, dan Kanada, dan diduga ada pasien terduga terinfeksi flu babi di Perancis dan Selandia Baru, pemerintah mengadakan rapat koordinasi untuk mengantisipasi penanganan flu babi.
Menurut Aburizal, selama ini virus flu babi tidak menjangkiti dari manusia ke manusia dan dari hewan ke manusia. Sebenarnya, virus itu sudah lama ada di Indonesia, tetapi tidak pernah menyerang manusia, hanya menjangkiti babi.
"Hasil konfirmasi WHO, flu babi yang saat ini menjangkiti sejumlah negara adalah cocktail virus. Jadi, gabungan antara flu babi Asia, flu babi Eropa, influenza pada manusia, yang bermutasi," ujarnya.
"Penularannya telah terjadi dari manusia ke manusia lainnya, terutama di negara-negara subtropis dan empat musim. Jadi, virus itu tidak ditemukan di negara-negara tropis seperti Indonesia," kata Aburizal.
Karena itu, masyarakat diimbau agar tidak panik menghadapi ancaman flu babi mengingat belum ditemukan kasus itu di Indonesia.
Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari menambahkan, tingkat kematian karena flu babi jauh lebih rendah daripada flu burung. Tingkat kematian karena flu burung mencapai lebih dari 80 persen. Adapun tingkat kematian karena flu babi berkisar 6,4 persen. Jadi, virus H5N1 masih lebih ganas dibandingkan virus H1N1 atau lebih dikenal sebagai virus flu babi.
Terkait dengan antisipasi pemerintah menghadapi ancaman kasus flu babi di Indonesia, Menkes menyatakan, pemerintah telah mempersiapkan kesiapsiagaan menghadapi pandemi influenza berkaitan dengan merebaknya kasus penularan flu burung. "Strategi penanganan flu babi serupa dengan penanganan flu burung," ujarnya menambahkan.
Sumber :Kompas
Menkes Pertanyakan Fase Penularan Flu Babi, WHO Tak Konsisten
“WHO justru menurunkan status fase penularan virus H1N1 (flu babi) menjadi fase empat, yaitu penularan virus ke manusia masih dalam kelompok kecil, padahal seharusnya sudah fase lima,” kata Siti Fadilah Supari dalam jumpa pers di Gedung Depkes, Selasa (28/4).
Ia menyesalkan ketidakkonsistenan WHO dengan sikapnya yang meminta untuk menutup sekolah, rumah makan, dan melarang masyarakat menonton pertandingan sepak bola. “Ini ada apa saya tidak tahu dan menurut saya sudah aneh. Hari ini (WHO) menurunkan menjadi fase 4, ini adalah tanda tanya besar. Karena sudah tidak konsisten dengan sikapnya beberapa waktu lalu,” ujar Siti.
Menurutnya, fase penularan virus H1N1 sudah sampai pada fase 5, yaitu infeksi virus kepada manusia dengan penularan yang semakin meluas. Hal ini ditegaskan dengan tingginya jumlah kematian akibat terinfeksi virus H1N1 yang mencapai 149 orang di Meksiko.
Namun, Siti enggan berkomentar soal dugaan kesengajaan terkait munculnya virus H1N1 ini. “Apakah disengaja atau tidak, saya tidak bisa katakan. Tapi kemungkinan-kemungkinan apa pun kan bisa terjadi,” jelasnya.
Siti menegaskan, virus tersebut dipastikan tidak bisa menyerang Indonesia dengan kondisi suhu yang tropis. Menurutnya, virus H1N1 hanya berkembang di negara dengan empat musim seperti Meksiko. Namun, ketika disinggung bahwa Meksiko juga memiliki daerah yang bersuhu tropis seperti Indonesia, Siti enggan menjelaskan.”Saya tidak tahu kalau H1N1 bisa (berkembang) di musim tropis, kalau sudah berubah berarti dia sudah bermutasi,” jawabnya.
Depkes telah menyiapkan beberapa langkah antisipasi, seperti memasang 10 thermal scanner untuk mendeteksi suhu badan di terminal kedatangan 10 bandara internasional di Indonesia. Tetapi menyangkut travel warning ke negara-negara yang terjangkit, Indonesia masih belum mengeluarkan, hanya travel adviser saja.
Sumber Kompas
Read More......